Sabtu, 05 Januari 2013

MAKALAH BIOLOGI PEMBELAHAN MEIOSIS


MAKALAH BIOLOGI PEMBELAHAN MEIOSIS Disusun oleh: 1. Moch. Andriawan M 12613266 2. Gandung Winandy 12613267 3. Widiatul Atkia 12613268 4. Qrio Susanto 12613269 5. Adi Jaya Laksana 12613270 6. Tisa Helga Hurimah 12613271 7. Satria Yoga Renaldie 12613272 8. Inggrit Dea Narulita 12613273 9. Nadya Aqliyah Hayulani 12613274 FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM JURUSAN FARMASI TAHUN 2012/2013 UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA KATA PENGANTAR Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Tuhan YME, yang senantiasa rahmat dan hidayah-Nya sehingga dapat menyelesaikan tugas makalah dengan judul ‘‘PEMBELAHAN MEIOSIS” Dalam menyelesaikan makalah ini kami telah berusaha untuk mencapai hasil yang maksimal, tetapi dengan keterbatasan wawasan, pengetahuan, pengalaman dan kemampuan yang penyusun miliki, penyusun menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna Terselesainya makalah ini tidak lepas dari bantuan berbagai pihak,oleh karena itu pada kesempatan ini kami ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada: 1.Bp Hadi Anshory selaku dosen pembimbing dan pengajar yang telah memberi pengetahuan 2.Teman-teman kelompok kami yang telah banyak membantu dalam terselesainya makalah ini 3.Literatur yang ada di Internet dan perpustakaan serta milik pribadi yang menambah wawasan. Selanjutnya penyusun mengucapkan banyak terima kasih kepada pihak – pihak yang telah membantu dalam menyelesaikan makalah ini. Apabila banyak kesalahan dan kekurangan dalam penulisan dan keterbatasan materi penulis mohon maaf sebesar- besarnya. Semoga makalah ini bermanfaat dan berguna bagi yang membacanya. Yogyakarta, 12 Desember 2012 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pembelahan meiosis merupakan pembelahan secara tidak langsung atau melalui tahap – tahap yang terjadi pada perbanyakan sel tubuh. Pembelahan ini bertujuan mengatur informasi genetik induk yang akan diturunkan kepada sel anakan. Sel sebagai penyusun terkecil makhluk hidup mempunyai siklus hidup. Pada siklus sel dapat dibedakan menjadi dua fase, yaitu fase pembelahan atau fase meiosis (M) dan fase pertumbuhan atau interphase. A.Fase Interphase Pada fase ini terjadi replikasi DNA. Interphase terbagi tiga tahap, yaitu : 1. Fase pertumbuhan pertama (G1) 2. Fase sintesis (S) 3. Fase pertumbuhan kedua (G2) B. Fase Meiosis Fase ini terjadi dalam dua kali proses pembelahan. Meiosis I dan Meiosis II, yang mana perbedaan antara keduanya akan dibahas di bagian inti. Lebih lengkapnya prosesnya adalah seperti berikut: • Meiosis I o Prophase I  Leptotene  Zygotene  Pachytene  Diplotene  Diakinesis  Synchronous processes o Metaphase I o Anaphase I o Telophase I • Meiosis II o Prophase II o Metaphase II o Anaphase II o Telophase II 1.2 Tujuan Dengan mempelajari atau mendalami ilmu pembelahan meiosis ini kita akan mengetahui tujuan utamanya, yaitu menghasilkan dua sel anakan yang jumlah kromosomnya separuh dari jumlah sel induk.Hal ini penting saat terjadinya peleburan sel sperma dengan sel telur saat pembuahan. Kita juga akan mengetahui tempat terjadinya, serta akan menjadi lebih paham tahap demi tahap proses pembelahannya. Baik dalam tahap interphase maupun mitosis. Dengan pembuatan makalah ini juga telah memberikan informasi kepada orang lain tentang masalah yang sama, yaitu memberi pengetahuan yang lebih mendalam tentang pembelahan mitosis. Dapat mengetahui perbedaan yang terjadi antara pembelahan mitosis pada sel hewan dan tumbuhan. Penulisan makalah dengan bahasa yang lebih mudah dimengerti untuk semua kalangan yang ingin membaca. BAB 2 ISI 2.1 Pembelahan Sel Adalah suatu proses yang terjadi pada sel, yang membagi dirinya menjadi dua atau lebih. Dengan langkah dan hasil tertentu. Umumnya bertujuan untuk menggandakan diri. 2.2 Macam-macam Pembelahan Ada dua jenis pembelahan sel, pembelahan langsung(amitosis) dan tak langsung. Pembelahan langsung terjadi pada organisme bersel satu, misal Amoeba sp. Sedangkan pembelahanan langsung terjadi pada organisme bersel banyak, misal manusia. Pembelahan tak langsung dibagi dua, mitosis dan meiosis. 1.Pembelahan amitosis ( langsung) 2.Pembelahan tak langsung: a.Pembelahan mitosis b.Pembelahan meiosis (pembelahan reduksi) 2.3 Pengertian Pembelahan Meiosis Pembelahan meiosis merupakan cara reproduksi sel membelah melalui tahap-tahap yang teratur,yaitu Profase,Metafase,Anafase,dan TelofaseDalam salah satu fase meiosis jumlah kromosom akan dibagai menjadi dua, tepatnya Anaphase I. Sehingga sel anakan akan mendapatkan kromosom hanya setengah dari jumlah sel induk. 2.4 Pengertian Siklus Sel Meiosis merupakan bagian dari siklus sel. Siklus sel adalah kejadian-kejadian yang berlangsung dengan urutan tertentu yang dimulai dari pembentukan sel hingga pembelahan sel dalam pembentukan sel anakan. Siklus sel meliputi dua fase yaitu fase interphase dan fase meiosis. Dalam beberapa literature, meiosis dikatakan tidak mengalami siklus sel. 2.5Interphase Interphase dilakukan sel untuk mengumpulkan energy yang akan digunakan dalam proses pembelahan sel. Pada fase ini juga terjadi berbagai macam proses sintesis berbagai macam bahan organic. Fase yang terdapat dalam interphase adalah: 1.Fase G1 (fase petumbuhan pertama): sel mengalami pertumbuhan (organel-organel sel menduplikasi diri untuk persiapan pembelahan). 2.Fase sintesis (S): sel melakukan replikasi/penganan moekul DNA dan tahap sintesis mareri seprti DNA sel dan protein untuk pembelahan sel. 3.Fase G2 (fase pertumbuhan kedua): tidak terjadi pada proses meiosis. 2.6 Meiosis 1.Terjadi 2 kali proses pembelahan, yaitu meiosis I dan meiosis II. 2.6.1 Fase Meiosis 1 Meiosis di mulai dengan proses yang mirip mitosis.Setiap kromosom bereplikasi dalam fase S intarfase dan profase di mulai setelah G2.Meiosis I membagi kromosom homolog, menjadi dua sel haploid(n). Jadi meiosis I dapat dikatakan pembelahan reduksi sel.  Prophase I Profase adalah saat terjadinya pengumparan dan kondensasi masing masing kromosom doublet. Selama fase ini, membran inti mulai menghilang.Profase meiosis I merupakan fase yang berlangsung jauh lebih lama dan eksentensif dari pada fase lainnya,bahkan lebih lama daripada profase pada tahap mitosis. Selama fase ini, membran inti mulai menghilang. Nukleolus juga mulai menghilang. Kromosom mulai bisa dilihat. Karena benang-benang kromatin menyerap warna dan menebal, memendek. Sentrosom membelah dan menuju ke bagian masing-masing kutub. Bersamaan dengan itu benang-benang spindle juga mulai keluar dari sentrosom menuju ke arah kutub yang berlawanan. Setiap kromosom terdiri dari dua kromatid yang terdiri atas materi genetik yang identik. Selama proses meiosis (bahkan hingga proses ini berakhir) kedua kromatid ini tidak pernah berpisah. Selama prophase I, terjadi pertukaran DNA antara kromosom yang homolog yang disebut dengan rekombinasi homolog. Dari proses pertukaran ini diharapkan akan terjadi kombinasi baru dalam kromosom.Profase I terdiri dari beberapa tahap sebagai berikut: 1.Leptonema Pada tahap ini kromosom mengalami kondensasi membentuk benang-benang (leptonema berarti “benang tipis”). Pada waktu subtahap zigonema, kromatid yang homolog saling membentuk sinapsis atau berpasangan. Sinapsis terdapat di beberapa tempat pada kromosom homolog. Ini merupakan kejadian genetik yang penting karena menjadi perantara pertukaran informasi yang disebut pindah silang atau rekombinasi antara kromosom-kromosom homolog. 2.Zigonema Pada waktu subtahap zigonema, kromatid yang homolog saling membentuk sinapsis atau berpasangan. Sinapsis terdapat di beberapa tempat pada kromosom homolog. Ini merupakan kejadian genetik yang penting karena menjadi perantara pertukaran informasi yang disebut pindah silang atau rekombinasi antara kromosom-kromosom homolog. Peristiwa saat kromosom homolog berpasangan membentuk bivalen disebut sinapsis. 3.Pakinema Kromosom homolog yang berpasangan membentuk bivalen di sebut Pakinema. Pada tahap pakinema terbentuk benang-benang tebal dan pendek membentuk benang-benang kromatid. Pada tahap ini, kromosom yang homolog tersusun atas 4 kromatid yang disebut tetrad. 4.Diplonema Pada tahap diplonema, kromatid yang berada dalam satu bivalen memisah dengan kromatid pasangannya. Namun, di beberapa tempat terjadi kontak yang disebut kiasmata (tunggal: kiasma). 5.Diakinesis Pada diakinesis, kromosom terus memendek dan berkondensasi secara maksimal. Kromosom berada di ekuator.Diaknesis di tandai dengan adanya pindah silang atau (crossing over) dari bagian kromosom yag telah mengalami duplikasi.Hal ini hanya terjadi pada meiosis saja yang dapat mengakibatkan terjadinya kombinasi gen.Nukleous dan dinding inti menghilang sentriol berpish dan menuju ke arah kutub yang berlawanan.terbentuk serat gelendong diantara dua kutub. 6.Sinkronisassi Pada tahap sinkronisasi, sentrosom berpindah ke masing-masing kutub sel. Sambil menghasilkan mikrotubulus yang ujung-ujungnya mengikat sentromer. Yang nantinya mikrotubulus yang berbentuk benang ini akan digunakan untuk menarik masing-masing pasang kromosom ke kutub-kutub sel. Tahap-tahap yang terjadi saat prophase I: 1.Nukleus mulai menghilang 2.Benang kromatin memendek dan menebal menjadi kromosom 3.Kromoson mereplikasi diri menjadi kromatid. 4.Kromosom menggandakan diri hingga jumlahnya dua kali kromosom awal. 5.Kromatid menebal,memendek dan menyebar memenuhi nucleus 6.Kromosom yang homolog membentuk sinapsis. 7.Homolog tersusun atas 4 kromatid/ tetrad 8.Membran inti mulai menghilang 9.Pembentukan benang-benang spindel yang berasal dari mikrotubulus. Kedua pasang sentrisol memisah menuju kutub yang berawanan. Prophase I Pada tahap prophase I terjadi juga yang disebut dengan pindah silang (crossing over). Hal ini terjadi karena masing-masing kromatid yang homolog saling menempel, sehingga memungkinkan antara kromatid-kromatid homolog tersebut melalukan pertukaran gen.  Metaphase I Kromosom-kromosom yang berpasangan menempatkan diri di bidang ekuator dari sel,dinding intisel menghilang .kromosom dalam keadaan diploid, dalam arti lain metafase 1 sama pada metafase pada mitosis. Separuh tetrad berpindah ke bagian antara kutub dan bagian tengah sel. Yang mana masing masing tetrad memiliki homolog di bagian yang berlawanan. Bagian ini sering disebut dengan “metaphase plate”. Spindle menempel pada sentromer masing masing kromosom. Kedua kinetokor pada pasangan kromosom akan berpindah ke kutub yang sama. Sehingga kromosom akan bertempelan dengan spindle dari kutub yang sama. Ini adalah perbedaan besar antara mitosis dan meiosis. Hal ini mengakibatkan pada anaphase I, setengah dari kromosom akan berpindah ke bagian sel yang berbeda. Tahap-tahap yang terjadi pada Metaphase I: 1.Tetrad membagi diri di ekuator, sehingga setengahnya saling menghadap ke kutub yang berlawanan. 2.Tetrad yang telah membelah menggantung ke spindle dengan menggunakan sentromer 3.Benang-benang spindle semakin terlihat jelas Metaphase I  Anaphase I Pada fase ini, sel mulai memanjang. Kedua homolog pada setiap pasangan kromosom terpisah dan berpindah ke kutub yang berlawanan, ditarik oleh mikrotubulus spindle aparatus. Hal ini berbeda dengan mitosis, yang mana sentromer akan membelah sehingga kromosom akan terbagi dua dan berpindah ke masing-masing kutub. Tapi pada anaphase I, hal ini tidak terjadi. Sehingga jumlah kromosom adalah setengah dari jumlah induk. Walau jumlah kromosomnya masih sama dengan induknya. Tahap-tahap yang terjadi pada anaphase I: 1.Benang spindle menarik kromosom menuju masing-masing kutub yang berlawanan. 2.Masing-masing kutub separuh dari jumlah kromosom (tidak terjadi pembelahan sentromer).mendapatkan Karena sentromer tidak membelah, maka setiap kutub akan mendapatkan kromosom yang masih berpasangan dalam bentuk tetrad. Hal ini berbeda dengan pembelahan mitosis yang mana sentromer membelah sehingga masing-masing kutub mendapatkan kromosom yang sama. Anaphase I  Telophase I Pada setiap kutub, terdapat setengah jumlah kromosom induk. Tapi setiap kromosom masih dalam bentuk tetrad. Sebuah “alur pembelahan” sudah terbentuk. Dan pada akhir dari fase ini, sel induk telah terbagi menjadi dua sel anakan. Pembagian sitoplasma ini disebut dengan sitokinesis. Pada beberapa organisme membran inti muncul, tahap pertengahan ini disebut dengan interkinesis. Tapi pada beberapa organisme lain, misal tumbuhan, tahap interkinesis tidak ditemukan, dan langsung ke tahap pembelahan selanjutnya(Meiosis II). Tahap-tahap yang terjadi pada telophase I: 1.Membran nucleus terbetuk disekeliling kromosom pada setiap kutub dan kromoson memanjang. 2.Proses sitokinesis 3.Terjadi pembagian sitoplasma dan organela-organela lain 4.Didapatkan 2 sel anakan yang haploid (n) Telophase I Proses sitokinesis bukan merupakan salah satu bagian dari proses meiosis. Sitokinesis proses pembagian sitoplasma menjadi dua. Proses ini dimulai dengan pemanjangan sel pada saat anaphase dan berakhir pada saat telophase. Setelah telophase, sel akan mengalami masa interkinesis. Ini adalah masa istirahat untuk melanjutkan ke proses meiosis II. Pada masa ini, membran inti mulai terlihat kembali. Namun kromosom-kromosom masih dalam bentuk kromatid-kromatid yang terikat dalam sentromer, tidak menjadi kromatin. Pada beberapa organisme, fase ini tidak tampak terjadi. Sel anakan yang dihasilkan dalam proses meiosis I mengandung jumlah kromatid yang sama dengan induknya. Tapi tetap disebut haploid karena kromosom-kromosom tersebut adalah homolog. 2.6.2 Fase Meiosis II Merupakan bagian kedua dalam proses meiosis. Tahap ini dimulai dengan dua sel anakan yang dihasilkan dari proses meiosis I. Adapun tahap-tahap yang terjadi sebagai berikut:  Prophase II Kromosom-kromosom masih dalam bentuk kromtid-kromatid dan sailng berpasangan, tapi belum terikat oleh benang-benang spindle. Jika sebelumnya terjadi masa interkinesis, membran inti akan mulai melebur kembali. Tahap-tahap yang terjadi pada prophase II: 1.Kromosom masih berpasangan dengan sentromer 2.Kromosom tidak menggandakan diri. 3.Membrane nucleus melebur kembali. 4.Sentriol (pada sel hewan) membelah diri, memisah ke kutub-kutub yang berlawan. 5.Benang-benang spindle mulai terbentuk.  Metaphase II Spindle mulai menarik kromosom ke bagian kutub. Tidak seperti metaphase I, kinetokor dari masing-masing sentromer saling berikatan dengan spindle yang berasal dari kutub yang berlawanan. Tahap-tahap yang terjadi pada metaphase II: 1.Kromatid terletak di bagian ekuator, bergantung pada spindle melalui sentromer. 2.Sentromer membelah sehingga kromosom menjadi dua. 3.Benang-benang spindle tampak semakin jelas 4.Benang-benang spindle mulai mengikat kromosom di sentromer.  Anaphase II Selama anaphase II kromatid-kromatid pada masing-masing kromosom membelah menjadi dua dan bergerak ke kutub yang berlawanan. Ketika kromosom tertarik oleh spindle, kita dapat melihat bentuk V dari kromosom yang mana lengan dari kromosom tersebut berada di belakang. Kutub-kutub akan semakin menjauh sehingga sel menjadi bertambah panjang. Tahap-tahap yang terjadi pada anaphase II: 1.Kromatid yang telah terbagi menjadi dua dibawa ke masing-masing kutub sel. 2.Hal itu terjadi karena adanya benang-benang spindle yang menarik masing masing bagian kromosom ke bagian masing-masing kutub. 3.Sehingga masing-masing kutub mendapatkan bagian yang sama dengan kromosom induk.  Telophase II Selama telophase II, kromosom mencapai kutub yang berlawanan. Terjadi sitokinesis, sehingga dua sel hasil dari meriosis I akan menjadi empat sel. Membran nukleus pun mulai terbentuk. Sekarang proses meiosis telah selesai. Tahap-tahap yang terjadi pada telophase II: 1.Benang-benang kromosom sudah berada di daerah kutub masing masing. 2.Kromosom mulai menipis, kemudian berubah menjadi benang-benang kromatin yang tipis. 3.Membran nucleus mulai terbentuk. 4.Nukleolus mulai muncul kembali. 5.Pada bidang ekuator terjadi penebalan plasma. 6.Sel terbentuk menjadi empat sel anakan yang haploid(n). Telophase II Gametogenesis melibatkan pembelahan meiosis 2.7 Perbedaan antara Mitosis dan Meiosis Adapun perbedaan antara pembelahan mitosis dan meiosis adalah: Mitosis Meiosis 1.Satu kali proses pembelahan Dua kali proses pembelahan 2.Menghasilkan dua sel anak Menghasilkan empat sel anak 3.Sel anak sama secara genetic Sel anak tidak sama secara genetic 4.Jumlah kromosom sel anak sama dengan sel induk (2n) Jumlah kromosom sel anak setengah kromosom sel induk 5.Terjadi di sel tubuh Terjadi di organ reproduksi untuk menghasilkan sel kelamin 6.Berfungsi untuk perbanyakan sel, pertumbuhan, perbaikan dan reproduksi aseksual Berfungsi untuk membentuk sel kelamin 2.8 Gametogenesis pada Hewan a. Spermatogenesis Spermatogenesis adalah proses pembentukan sel spermatozoa atau sel kimia jantan yang terjadi di dalam testis, tepatnya pada tubulus seminiferus. Proses spermatogenesis berlangsung sebagai berikut. Sel primordial sperma yang bersifat diploid (2n) di dalam testis membelah secara mitosis berkali-kali dan akhirnya membentuk atau menghasilkan empat sel spermatogonium diploid (2n). Sel spermatogonium mengalami perkembangan dan membelah secara mitosis membentuk spermatosit primer (2n). Kemudian spermatosit primer mengalami pembelahan secara meiosis I dan menghasilkan dua buah spermatosit sekunder yang haploid (n). Setiap spermatosik sekunder akan melanjutkan pembelahan secara meiosis II dan masing-masing menghasilkan dua spermatosit sehingga pada akhir meiosis dua dihasilkan empat buah spermatosit. Pada manusia dua spermatid mengandung 22 autosom + 1 kromosom X atau 22 AA + X dan spermatid lainnya mengandung 22 autosom + 1 kromosom Y atau 22 AA + Y yang akan digunakan dalam pewarisan jenis kelamin. Selanjutnya keempat spermatid akan mengalami pematangan empat buah spermatozoa yang haploid(n). Setiap spermatozoa mempunyai ekor untuk membantu pergerakan, mengandung akrosom yang dapat menghasilkan enzim proteinase dan hiakironidase. Untuk menembus lapisan pelindung sel telur, selama pertumbuhan dari spermatogonium sampai menjadi spermatozoa dirawat dan dipelihara oleh sel sertoli untuk menghasilkan nutrisi bagi spermatozoa dan sel leydig dalam menghasilkan hormon jantan yaitu hormon testosteron. Proses pembentukan spermatozoa ini berlangsung mulai menginjak dewasa dan berjalan secara terus-menerus. Agar lebih memahami tentang proses spermatogenesis, perhatikan Gambar di bawah ini. Proses spermatogenesis b. Oogenesis Oogenesis adalah proses pembentukan ovum atau sel telur yang terjadi di dalam ovarium oleh sel folikel. Proses yang terjadi pada oogenesis adalah sebagai berikut. Sel primordial ovum atau oogenesis yang bersifat diploid (2n) membelah secara mitosis berkali-kali dan menjadi oosit primer (2n). Oosit primer akan melakukan pembelahan meiosis I dan akan menjadi oosit sekunder dan haploid (n) kemudian menjadi badan polar atau sel polosit sekunder (n). Sedangkan sel polosit primer membelah menjadi dua buah sel polosit sekunder (n). Pada akhir oogenesis, ootid akan mengalami pertumbuhan dan perkembangan menjadi sebuah ovum haploid (n) yang fungsional dan 3 sel polosit sekunder akan mengalami degenerasi (pada manusia ovum mengandung 22 autosom dan kromosom X atau 22AA + X). Bagian luar ovum diselubungi oleh membran corona radiate dan zona pelucida. Selama pertumbuhan dan perkembangannya, ovum diatur oleh hormon wanita (estrogen dan progresteron). Oogenesis pada manusia berlangsung sejak awal hingga dewasa dan berjalan sampai berumur 40 atau 50 tahun saja. Agar lebih jelas perhatikan Gambar di bawah ini! 2.9 Gametogenesis pada tumbuhan tingkat tinggi Proses gametogenesis pada tumbuhan tingkat tinggi meliputi tahaptahap berikut. a. Mikrosporogenesis Mikrosporogenesis adalah proses pembentukan gamet jantan (sperma) yang berlangsung pada bunga yaitu di dalam serbuk sari bagian dari kepala sari (antenna) yang di dalamnya terdapat kantong serbuk sari atau mikrosporangium. Proses mikrosporogenesis berlangsung sebagai berikut: Sebuah sel induk mikrospora diploid (mikrosporosit) dalam antenna membelah secara meiosis I dan menghasilkan sepasang sel haploid. Pada meiosis II menghasilkan 4 mikrospora haploid (n) yang berkelompok membentuk tetrad. Setiap mikrospora akan mengalami kariokinesis (pembelahan inti), sehingga menghasilkan 2 inti yang haploid yaitu satu inti dinamakan inti saluran serbuk sari dan satu inti generatif. Inti generatif membelah secara mitosis tanpa disertai sitokinesis dan terbentuklah 2 inti sperma (n) dan inti serbuk sari tidak membelah. Dengan demikian maka sebutir serbuk sari yang telah masak mengandung 3 inti yang haploid, yaitu serbuk inti saluran serbuk sari dan 2 buah inti sperma. b. Megasporogenesis Megasporogenesis adalah proses pembentukan gamet betina (ovum) yang berlangsung dalam bakal buah (ovarium) dan menghasilkan kandung lembaga. Proses megasporogenesis berlangsung sebagai berikut. Sebuah sel induk megaspora diploid (megasporosit) dalam ovarium mengalami meiosis I dan menghasilkan 2 sel diploid. Selanjutnya mengalami meiosis II menghasilkan 4 megaspora haploid yang letaknya berderet dan 3 megaspora mengalami degenerasi dan mati. Satu megaspora yang tersisa mengalami pembelahan mitosis tiga kali berturut-turut tanpa diikuti sitokinesis (pembelahan plasma) dan menjadi 8 inti megaspora (kandung lembaga muda) yang haploid, kemudian 4 inti kelompok di kalaza (bagian antara bakal biji dan tangkai biji) dan 4 inti berada di dekat mikrofil. Satu inti dari masing-masing kelompok bergerak ke tengah dan menyatu membentuk inti kandung lembaga sekunder (2n) sedangkan 3 inti yang berada pada kalaza dinamakan inti antipoda dan 3 inti yang berada di mikrofil berkembang menjadi 1 inti sel telur atau ovum (n) yang di tengah dan 2 inti sinergid (n) yang di sampingnya maka pada kandung lembaga yang masak terdapat: 1) 3 inti antipoda 3) 1 inti ovum (n) 2) 2 inti sinergid (n) 4) 1 inti kandung lembaga sekunder (2n). Agar pemahaman tentang proses gametogenesis pada tumbuhan tingkat tinggi lebih jelas dapat di lihat pada Gambar berikut ini! Proses gametogenesis pada tumbuhan tingkat tinggi 3.0 Perbedaan antara hewan dan tumbuhan : 1. Germ line development (arah perkembangan gamet). pada hewan, sel gamet dan sel somatik menyebar paling awal pada perkembangan embrionik. Pada perkembangan embrio, bayi setelah dilahirkan menyerupai induknya pada saat dewasa. Atau dapat dikatakan bayi tersebut merupakan miniatur dari hewan dewasnya. Pada tanaman tidak terdapat germ line pada sat proses embriogenesis dimulai. Sel gamet muncul dari sel vegetatif (somatik) yang melalui pembelahan secara terus-menerus. Germ line dimulai pada saat tumbuhan berkembang dewasa. 2. Role of Gametophyte (Peran gametofit) fase haploid (n) merupakan fase dominan pada siklus hidup tumbuhan tingkat rendah, tetapi perannya berkurang dalam siklus hidup tumbuhan tingat rendah. Pada hewan tingkat tinggi, gamet merupakan fase haploid. Pada tumbuhan tingat tinggi, fase haploid tidak sepenuhnya berkurang. Gametofit, kantung embrio, dan serbuk sari merupakan struktur haploid. walaupun gametofit mereka multiseluler. 3. Postembrionic development (perkembangan pasca-embrionik) Pada hewan tingkat tinggi, kebanyakan organ-organ dewasa dibentuk selama embriogenesis. Pada tanaman tingkat tinggi, embrio tida memiliki organ apapun seperti yang ada pada tanaman dewasa. Embrio tumbuhan tersusun dari organ-organ (kotiledon dan sumbu) yang membangun embrio dan perkecambahan, tetapi tidak pada tumbuhan dewasa organ tumbuhan dibentuk dari meristem pucuk dan akar selama perkembangan pasca embrionik. Pada hewan, sifat pembentukan organ dipengaruhi oleh perkembangan selama proses embrionik sedangkan pada tumbuhan adanya sifat plestisitas pada proses adaptasi menyebabkan organ dipengaruhi oleh tekanan lingkungan. 4. Cell movement and the plane of cell division (pergerakan sel dan arah pembelahan sel) Pada hewan, selnya tidak memiliki dinding sel yang melingkupi membrannya sehingga sel hewan lebih cenderung bergerak, arah dari pembelahan sel pada hewan umumnya dipengaruhi oleh sentriol dan mikrotubul, sehingga terlihat lebih teratur. Tanaman memiliki dinding sel yang melekatkan mereka didalam suatu tempat. Sel dan jaringan tumbuhan tidak berimgrasi selama perkembangan embrionik sebagaimana hewan lakukan. Hasilnya, perkembangan bentuk tanaman ditentukan oleh pembelahan dan perbesaran sel-sel yang tidak bergerak. 5. Regulation and totipotency Tanaman, tetapi tidak kebanyakan hewan, memiliki kapaitas luar biasa untuk regenerasi dari bagian tipe vegetatif. Beberapa bagian terdiferensiasi dari tanaman, misalnya: organ tanaman, jaringan, dan sel memiliki kapasitas mereka untuk beregenerasi. Pada kultur jaringanm tanaman dapat diregenerasian dari sel tidak berdiferensiasi melalui 2 rute yang berbeda, yaitu dengan organogenesis atau dengan embryogenesis somatik. Pada organogenesis, organ terbentuk tanpa perkembangan embrionik. Dalam embrogenesi somatik, jaringan meregenerasi dengan mengulangi langkah yang terdapat pada perkembangan embrionik. 6. Variety of organs and cell types (variasi organ dan tipe sel). Hewan tingkat tinggi memiliki organ dan tipe sel yang lebih bermacam dibandingkan tumbuhan tingkat tinggi. Tumbuhan, memproduksi organ-organ tertentu, seperti daun, dalam jumlah dan variasi yang besar. Tanaman dewasa bisa dibangun oleh hanya tiga organ-organ vegetatif- daun, batang, dan akar. Pada hewan, organ-organ sering memberikan kesan identitas khusus pada sel-sel mereka. Untuk contoh, sel-sel dasar dari hati dalam hewan adalah tipe sel yang jelas; hepatosit. Pada tumbuhan, hanya ada sedikit organ, dan organ tidak selalu menberikan karakter khusus tipe sel-selnya. 7. Intercellular Communication (komunikasi antarsel) Fakta bahwa sel tumbuhan dipisahkan oleh dinding sel. Sel tumbuhan saling dihubungkan oleh jembatan oleh jembatan sitoplasma yang dinamakan plasmodesmata. BAB 3 PENUTUP 3.1 Kesimpulan Meiosis hanya terjadi pada sel eukaryote. Pada hewan, meiosis terjadi pada saat memproduksi sel gamet. Pada tumbuhan, meiosis hanya terjadi untuk memproduksi spora, sedangkan sel gametnya diproduksi dengan proses mitosis. Meiosis memiliki peranan penting dalam reproduksi karena proses meiosis membagi jumlah kromosom menjadi dua. Sehingga jumlah sel anakannya menjadi setengahnya(n, haploid). Hal ini dibutuhkan karena saat fertilisasi atau pembuahan, yaitu proses peleburan sel gamet jantan dengan betina, kromosom-kromosom antara kedua induknya akan melebur menjadi satu nucleus. Jika tidak terjadi pembagian jumlah saat meiosis, jumlah kromosom setelah pembuahan adalah 4n bukan 2n. Perbedaan antara mitosis dan meiosis hanya terdapat pada jumlah proses, jumlah hasil anakan, jumlah kromosom anakan dan termpat terjadinya proses pembelahan. Sedangkan fase atau langkah yang dilalui tetap sama. DAFTAR PUSTAKA Istamar, S. 2004. Biologi untuk SMA Kelas XII, Semester 5.Erlangga, Jakarta. Macroevolution.net En.wikipedia.org/meiosis George h,fried,Ph.D. dan george J.hademenos,Ph.D. Biologi Edisi Kedua. Erlangga, Jakarta. http://plengdut.blogspot.com/2012/10/gametogenesis.html

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar